[LN] Otaku Chishiki Zero No Ore Ga, Naze Ka Otokogiraina Gal to Ota Katsu Wo Tanoshimu Koto Ni Natta Ndaga Volume 1 Chapter 1.3 Bahasa Indonesia

Bertemu Luring dengan Istri Game Online Adik Perempuanku (Bagian 3)

Babak Satu: Bertemu Luring dengan Istri Game Online Adik Perempuanku

3


Aku tiba di Stasiun Kinjou lima menit lebih awal dari waktu pertemuan yang sudah ditentukan.

Area di sekitar stasiun didominasi oleh bangunan. Meskipun terdapat beberapa fasilitas komersial, kawasan Kinjou umumnya merupakan kawasan perkantoran. Itu jauh dari apa pun yang berhubungan dengan pelajar, dan aku pun tidak pernah berkeliaran di sekitar kawasan ini.

Namun, tempat tujuanku tepat di stasiun. Terlebih lagi, aku sudah memeriksa lokasinya di dalam kereta. Jadi, aku tidak perlu khawatir akan tersesat. Aku harus bergegas ke sana.

Aku berlari di sepanjang jalan yang ramai, memeriksa tanda di depan gedung multi-tenant.

Itu adalah bangunan tujuh lantai, dan kafe pelayan berada di lantai enam. Menurut Kotomi, “tempat ini adalah surga bagi para otaku.” Hal itu karena di lantai lainnya ada toko-toko seperti toko anime, manga, kartu, kafe internet, dan karaoke.

Ketika aku naik lift ke lantai enam, aku dapat melihat kafe pelayan di seberang lorong yang diterangi oleh lampu. Di depan kafe ada papan reklame nama, di dindingnya ada poster karakter Doriste yang mengenakan seragam pelayan, dan—

Uwaaah~ Imutnya! Imut banget! Benar-benar kayak bidadari! Ai-chan! Muach! Chihiro-chan juga! Muach!”

Aku melihat seseorang yang kukenal bertindak heboh.

Dia memiliki sosok seperti model, langsing dan tinggi, serta rambut pirang halus alami. Dia mengenakan gaun rajutan lengan panjang dengan desain bahu terbuka yang memperlihatkan kulit putihnya.

Di tangan kirinya, ia memegang tas bermerek, dan di tangan kanannya, ia memegang smartphone untuk memotret poster-poster tersebut. Itu adalah teman sekelasku, Momoi.

Kenapa Momoi ada di sini!? Tempat ini adalah surganya otaku, lho! Ini bukanlah tempat yang cocok untuk seleb cabe-cabean seperti dia!

Aku sempat bingung sesaat, tapi jawabannya menjadi jelas ketika aku melihat betapa semangatnya dia. Momoi adalah seorang seleb, cabe-cabean, dan otaku.

“Ya Tuhan! Semuanya sangat imut! Sayang sekali ini tidak dijual! Aku akan membayar berapa pun harganya untuk membawa ini pulang… huh!?”

Momoi membeku begitu dia melihatku. Wajahnya menunjukkan ekspresi canggung. Sepertinya dia sedang mengevaluasi kembali perilakunya sendiri, dan pipinya perlahan memerah.

Mengabaikan Momoi, aku berdiri di tempat kosong dan menunggu kedatangan Mahorin.

“……”

“……”

Keheningan yang tidak nyaman menyelimuti udara. Jujur saja, aku ingin pulang sekarang.

Aku tidak peduli jika Momoi menganggapku seorang otaku, tapi masalah sebenarnya adalah hubungannya dengan Takase.

Aku tidak tahu siapa Mahorin-san, tapi kecuali dia menyamarkan jenis kelaminnya, maka dia adalah seorang wanita. Jika aku terlihat memasuki kafe pelayan bersama wanita lain—terutama jika Momoi memutuskan untuk menceritakannya ke Takase—aku bisa dikira sudah punya pacar.

Hal itu akan sangat mengacaukan rencana belajarku. Jika dia mengira aku memiliki pacar, dia akan enggan untuk belajar berduaan denganku, dan semua usahaku akan sia-sia.



Tapi… Aku sudah berjanji pada Kotomi. Aku tidak boleh mundur sekarang…

“…Aku punya usul.”

Seseorang berbisik pelan kepadaku. Aku menoleh dan melihat Momoi menatapku.

“Usul apa?”

“Kamu… Kamu ada urusan di tempat ini, kan?”

“Begitulah… kamu tidak akan menyarankan aku untuk pergi ke tempat lain, kan?”

Momoi tampak sedikit tersinggung.

“Aku tidak akan mengusulkan sesuatu yang menghalangi rencanamu.”

“Lalu, apa usulmu?”

“Usulanku adalah apa pun yang kamu lihat atau dengar di sini akan tetap menjadi rahasia.”

Aku bisa memahami apa yang ingin dia katakan hanya dari satu kalimat itu. Itu mungkin karena aku merasakan kecemasan yang sama seperti Momoi.

Momoi adalah apa yang mungkin disebut sebagai otaku terselubung. Dia mungkin terbuka pada sekelompok teman dekatnya, tapi dia tidak akan terbuka mengenai hobinya, karena dia takut itu mungkin akan merusak imejnya sendiri.

Itu bagus untukku.

“Kalau begitu, tolong rahasiakan bahwa kamu juga melihatku.”

“Aku tidak punya siapa pun untuk diajak bicara tentangmu, tapi aku akan menyetujui usulanmu itu.”

“Kalau begitu, kita sepakat.”

Baiklah, dengan ini, Takase seharusnya tdak akan tahu.

Sekarang, yang tersisa hanyalah melalui pertemuan luring ini. Seharusnya sudah waktunya dia tiba di sini… Tapi, begitu aku memeriksa ponselku, aku menyadari bahwa ini sudah lewat lima menit dari waktu yang disepakati.

Dia masih belum muncul.

Sepuluh menit berlalu, lima belas menit, namun Mahorin-san tidak kunjung datang.

“……”

Sementara itu, Momoi, yang ada di sampingku, terlihat gelisah menatap jam tangannya.

Kurasa dia pasti sedang menunggu seseorang dengan kesal sepertiku.

Itulah sebabnya aku merasakan firasat buruk tentang ini.

Sepertinya Momoi mempunyai firasat yang sama karena dia melirikku dari sudut matanya. Aku tidak ingin ini menjadi seperti itu, tapi… kurasa memang begitu.

“…Hei, Momoi.”

“A-Apa?”

“Apakah kamu… Mahorin?”

Momoi tampak sangat terkejut.

“J-Jadi, itu benar… Kamu, Shikkoku-kun?”

“Ya benar. Aku Darkness Dark, atau ShikkokuYasha.”

“B-Begitu… Jadi itu kamu…”

Momoi terlihat tidak nyaman.

Suami Game Online-nya, yang sudah lama berhubungan baik dengannya, adalah teman sekelasnya. Momoi terkenal membenci pria, tapi fakta bahwa dia mau bertemu dengan suami game online-nya mengartikan bahwa dia tidak membenci semua pria.

Tapi, setidaknya dia membenciku. Bukan hanya aku, tapi semua anak laki-laki di sekolah. Dari situ, aku berasumsi bahwa dia tidak menyukai pria seusianya karena mereka bertingkah kekanak-kanakan. Aku tidak ingin dicap sebagai orang yang kekanak-kanak oleh Momoi yang begitu heboh saat melihat poster.

Bagaimanapun juga, aku tidak ingin Momoi membenciku. Aku juga tidak ingin Momoi menyukaiku, tapi Kotomi akan menangis jika aku merusak koneksi yang dia miliki di game online.

Untuk menghindari hal itu, aku harus membuat Momoi mau menghabiskan waktu bersamaku. Dengan kata lain, aku perlu membangkitkan semangat Momoi.

“Ngomong-ngomong, di sini cukup panas,” kataku sambil membuka kancing baju. Begitu Momoi melihat kaos dengan cetakan besar MioMio di atasnya, mata birunya berbinar.

Uwaa~! Uwaa~! Ini MioMio-chan~! Dan ini versi merona yang super langka? Wah, hebat! Kamu memilikinya, ya!?”

Antusiasmenya melampaui ekspektasiku. Aku lega karena dia tampak bersemangat.

“Ini favoritku. Keren, kan?”

“Keren! Keren! Jadi, ini terlihat seperti ini kalau dipakai! Aku punya versi lain, tapi memang butuh keberanian untuk memakainya di luar.”

“Itu karena aku mencintai MioMio. Selama aku memiliki cinta itu, aku tidak akan merasa malu.”

“Seperti yang diharapkan dari penggemar MioMio! Tapi, cintaku pun sama kuatnya.”

Apakah itu berarti dia memakai pakaian bertema Doriste? Kotomi memintaku untuk memujinya jika dia berpakaian seperti itu, dan aku telah mengamatinya sedari tadi… Tapi yang mana…?

Gaun rajutan? Tas bermerek? Ataukah sepatunya? Tak satu pun dari itu terlihat seperti dari anime.

Mungkinkah dia meniru gaya berpakaian salah satu karakter? Sejauh yang aku tahu, tidak ada karakter yang berpakaian sama seperti Momoi.

Oh iya, Momoi adalah penggemar semua karakter Doriste. Kalau begitu, mungkin…

“Kukumu terlihat luar biasa.”

Saat aku memuji cat kuku warna-warni Momoi, dia berseri-seri dengan bangga.

“Kamu menyadarinya, ya? Luar biasa! Seperti yang kamu lihat, aku mewarnainya agar sesuai dengan warna rambut para anggotanya! Keren, kan?”

Tolonglah buat ciri khasnya sedikit lebih terlihat.

“Itu sangat keren. Hebat!”

“Sudah kuduga kamu pasti akan menyadarinya, Shikkoku-kun!”

“Tentu saja. Itu karena aku menyukai Doriste. Jadi, bagaimana kalau kita segera mulai pertemuan luringnya?”

Momoi juga tampak bersenang-senang, dan kecanggungan itu seharusnya telah hilang sekarang. Itu akan membuat segalanya jadi lebih mudah jika dia antusias untuk melakukan pertemuan luring denganku…

“Ya.”

Syukurlah. Sepertinya keraguannya telah hilang. Jika aku bisa melewati pertemuan luring ini tanpa ketahuan bahwa aku hanyalah pengganti, Kotomi akan dapat terus menikmati interaksinya dengan Mahorin.

“Semoga aku mendapat stiker MioMio sebagai bonus datang ke kafe!”

“Kamu sangat menyukai MioMio-chan, ya. Jika aku yang dapat, aku akan menukarnya denganmu.”

“Terima kasih. Sungguh.”

Kami memasuki toko sambil asyik mengobrol. Seorang pelayan membimbing kami ke tempat duduk dekat dinding dan memberikan stiker beserta menunya.

“Hore, aku dapat MioMio! Kamu dapat apa?”

“Chihiro-chan!”

“Oh, Chihiro juga bagus.”

“Ya. Dia sangat kecil dan imut. Aku merasa seperti orang tua yang sedang menonton anak mereka melakukan pertunjukan langsung di TK atau semacamnya.”

“Benar!”

“Dan ngomong-ngomong soal Chihiro-chan, Ai-chan juga kecil dan imut, kan?”

“Benar!”

“Lihat ke sana, mereka menempatkan panel seukuran aslinya di sebelah Noah-chan, jadi perawakan mereka yang kecil semakin menonjol! Ditambah lagi, ada Kanade-chan di sebelah mereka! Menempatkan duo anak-anak di tengah duo orang tua, staf di sini benar-benar tahu apa yang mereka lakukan!”

“Benar!”

“Oh, lihat itu! Panel potongan anime! Mereka membuat potongan adegan di mana lelucon MioMio-chan membuat Kanade-chan menyemburkan kopinya. Staf di sini benar-benar hebat! Itu animasi dari versi Blu-ray, kan? Soalnya, ramai perbincangan soal warna kopi yang berbeda dari versi TV. Perbaikannya sangat kecil, tapi begitu kamu mendengarnya, itu masuk akal. Padahal Kanade-chan menyukai kopi hitam, tapi kopi di versi TV seperti ada susu di dalamnya. Oh, ngomong-ngomong soal kopi, mereka pernah berkolaborasi dengan kopi kalengan kan? Aku tidak terlalu suka apabila ada karakter yang tidak populer dan tidak banyak terjual karena aku akan merasa kasihan pada mereka. Tapi aku lega karena setiap karakternya terjual secara merata!”

Aku mulai panik. Aku tidak bisa menangani hal semacam ini dengan ilmu yang minim.

Pokoknya, ayo ganti topik pembicaraan.

“Omong-omong, haruskah kita segera memesan?”

“Ya. Ayo pesan dulu.”

Aku pun memeriksa menu.

Harga minumannya masing-masing 800 yen. Aku tidak tahu berapa harga pasarannya, tapi ini sepertinya mahal.

“Apakah kamu sudah memutuskan mau pesan apa, Mahorin?”

“Tunggu sebentar. Apakah kamu sudah memutuskannya, Shikkoku-kun?”

“Begitulah. Aku adalah penggemar MioMio, jadi aku dapat memilih dengan cepat. Kurasa sulit bagi penggemar semua karakter dalam situasi seperti ini.”

“Bener banget. Kalau soal merchandise, aku tidak akan ragu untuk membeli semuanya, tapi kalau soal makanan… Aku tidak bisa makan semuanya, tapi aku ingin menghabiskan 4.000 yen.”

Aku sudah memeriksa penawaran khususnya di kereta api. Jika kami memesan 4000 yen, kami bisa mendapatkan stand akrilik.

“Pesananku sendiri sudah 2.300 yen, jadi pesanan kita seharusnya mencapai 4.000 yen jika ditotalkan.”

“Tapi jika kita melakukan itu, kita hanya akan dapat satu stand akrilik, lho?”

“Aku tidak keberatan kok. Tentu saja, aku sangat menginginkannya, tapi lebih dari itu, aku ingin melihat wajah bahagia Mahorin.”

Aku ingin cepat makan dan segera pergi, tidak ingin berlama-lama di sini. Dan meski aku mungkin berperan sebagai seorang otaku, tapi di saat yang sama, aku juga seorang suami. Ingin melihat istriku bahagia seharusnya tidak akan menimbulkan efek negatif.

“Eh, kamu Dewa, kah?”

Tapi, efeknya sepertinya terlalu positif. Yah, itu bukan hal yang buruk sih.

“Terima kasih, Shikkoku-kun. Aku akan mentraktirmu hari ini sebagai gantinya.”

“Tidak apa kok. Aku akan membayar makananku sendiri.”

Sebenarnya, Kotomi-lah yang membayar makananku.

Momoi sekali lagi mengucapkan terima kasih, dan setelah dia memutuskan pesanannya, dia memanggil pelayan.

“Um, aku pesan ‘Jus Pisang Cinta Chihiro’ dan ‘Kari Kamp Pelatihan Kanade.’”

“Aku akan pesan ‘Minuman Spesial Penuh Nutrisi MioMio edisi Segera Sembuh~♪’ dan ‘Nasi Omelet MioMio yang Gorgeous dan Delicious.’”

“Baiklah,” kata pelayan itu, dan tak lama kemudian minuman kami diantarkan ke meja.

Tenggorokanku kering karena tegang. Aku pun segera menyesap minuman spesial itu, dan――

“Asam banget!?”

“Hehe, ini adalah rekreasi dari anime episode delapan.”

Oh, ini minuman yang muncul di episode delapan toh.

“Ini benar-benar asam.”

“Itu cuka apel. Aku sebenarnya tidak terlalu menyukainya, tapi Naru-chan menyukainya dan meminumnya setiap hari.”

Benaran? Jika Takase menyukainya, maka aku juga menyukainya! Aku akan meminum cuka apel di kelas dan menggunakannya untuk memulai percakapan.

“Jika kamu tidak menyukainya, kamu tidak perlu memaksakan diri…”

“Tidak, aku akan meminumnya. Aku akan melakukannya demi MioMio, yang sudah berusaha keras untuk membuatnya!”

“Luar biasa. Kalimat itu terdengar seperti kalimat produser-san!”

“Di anime, aku ingat mereka berjuang keras untuk meminumnya. Karena jika mereka menyisakannya meski hanya satu tetes, MioMio akan merasa sedih.”

“Bener banget――”

“Dia gadis yang terlalu baik!”

Aku diberitahu bahwa selama aku mengatakan “dia gadis yang terlalu baik” ketika berbicara soal produser, maka semuanya akan baik-baik saja.

Lalu Momoi tersenyum bahagia dan berkata, “Benar!”

“Selain itu, kamu tahu kalau produser-san dulunya adalah seorang idola yang bercita-cita tinggi, kan? Pengisi suaranya juga Sasaki-san, yang terkenal dengan kemampuan menyanyinya. Dan sebenarnya ada adegan di manga di mana dia bernyanyi, kan? Jika itu memiliki suara, itu pasti akan menjadi lagu tingkat dewa!”

“Dan dia juga gadis yang baik!”

“Terus juga, di jilid dua, ada gambaran singkat tentang manajer dari agensi saingan yang mempunyai hubungan dengannya di masa lalu, kan? Aku penasaran hubungan seperti apa yang mereka punya? Kamu tahu soal itu, kan, Shikkoku-kun?”

Ukh, ini gawat. Mengatakan “dia gadis yang baik” tidak akan membantuku melewati percakapan ini!

Kalau sudah begini…

“Maaf. Aku perlu ke kamar kecil sebentar.”

Aku mengatakan itu dengan cepat dan menuju ke kamar mandi. Aku masuk ke sebuah bilik toilet dan menelepon Kotomi.

Ada apa?

“Bantu aku, Kotomi. Aku butuh bantuanmu.”

Eh? Apa terjadi sesuatu dengan Mahorin?

“Yah, tidak juga. Hanya saja percakapannya berubah ke arah yang tidak dapat aku ikuti. Itu pembicaraan tentang Produser…”

Aku melemparkan pertanyaan yang aku terima dari Momoi sebelumnya ke Kotomi. Kemudian Kotomi langsung menjawab, bahkan tanpa perlu waktu untuk berpikir.

Ah, itu! Itu ada di dalam kumpulan komik empat panel di situs resminya. Mereka punya dendam dari masa SMA ketika mereka menyukai orang yang sama, tapi orang itu terlihat seperti sosok karakter laki-laki, sehingga hal itu hampir menimbulkan sedikit keributan. Komik itu langsung dihapus dalam waktu sekitar 10 menit. Jika bukan aku, mereka pasti sudah melewatkannya!

“Aku mengerti. Terima kasih banyak!”

Sama-sama! Oh iya, Haru-nii! Stiker apa yang kamu dapat?

“Stiker MioMio.”

Hore! Terima kasih, Haru-nii! Pastikan untuk tidak membengkokkan stikernya, oke?

“Siap. Dan juga, aku akan memberikan stand akrilik-nya pada Mahorin.”

Eh!? Tapi, aku juga mau—

Aku menutup telepon dan kembali ke tempat dudukku.

“Selamat datang kembali. Makanan kita sudah sampai.”

“Oh, kelihatannya enak. Selain itu, aku ingat pertanyaan yang kamu ajukan sebelumnya.”

Aku pun menyampaikan cerita yang aku dengar dari Kotomi ke Momoi apa adanya.

“Ah, jadi begitu ya. Memang benar mereka seperti pinang dibelah dua, dan selera mereka terhadap pria mungkin juga sama. Terima kasih, Shikkoku-kun, akhirnya aku bisa tidur dengan tenang.”

“Aku senang bisa membantu. Kalau begitu, ayo kita makan selagi masih hangat.”

Aku segera menyendok nasi omelet ke mulutku. Tidak terasa mewah, namun sama lezatnya dengan namanya, Delicious. Dengan kualitas ini, bahkan harga 1.500 yen pun tidak terasa mahal.

Momoi, yang sepertinya selalu memakan makanan enak, juga memasang ekspresi senang saat dia menikmati makanan tersebut.

“Ini dia! Ini kari kamp pelatihan yang kucari! Benar, Kanade-chan adalah ibu semua orang. Dan karena ada Ai-chan dan Chihiro-chan di sini, rasanya pasti manis, kan? Ini benar-benar membuatmu merasa seperti kamu sedang berada di kamp pelatihan!”

“Mungkin rasanya akan lebih enak lagi jika kita memakannya di kamp pelatihan beneran.”

“Aku ingin melakukan perjalanan juga~ Dan ngomong-ngomong soal kamp pelatihan, itu tidak lepas dari tes keberanian, kan? Duo Kecil Chihiro-chan dan Ai-chan sungguh menenangkan!”

“Aku selalu khawatir tentang apakah tidak apa-apa bagi orang yang mencoba menakuti seseorang malah merasa takut sendiri.”

“Ya, benar. Meskipun Chihiro-chan tidak menyukai hal-hal seram, dia bertingkah seperti seorang kakak karena ulang tahunnya satu bulan lebih awal dari ulang tahun Ai-chan.”

“Sebaliknya, Ai-chan baik-baik saja dengan hal-hal seram. Perbedaan itu sangat lucu.”

“Iya, alur ‘Trick or Treat’ dan ‘Gyaa~!’ selama episode Halloween itu juga sungguh lucu. Tidak kusangka Chihiro-chan bisa berteriak seperti itu.”

“Ya, jeritannya sangat kuat! Bahkan Carol yang kalem pun tersentak kaget mendengarnya. Itu benar-benar lucu.”

“Setuju banget~ Setelah itu, adegan di mana mereka memberikan obat pelega tenggorokan alih-alih permen membuatku tertawa.”

“Itu benar sekali.”

Sambil terus khawatir dia akan tiba-tiba menghujaniku dengan topik yang tidak bisa kuikuti, aku terus makan dan kami selesai makan hampir pada waktu yang bersamaan.

Tanpa aku sadari, toko sudah menjadi lebih ramai dibandingkan saat kami tiba. Sekarang hampir waktu makan siang, dan jika kami berlama-lama di sini, kami mungkin akan merepotkan staf toko.

“Yah, sayang sekali, tapi kurasa sudah waktunya untuk pergi.”

“Ya. Kuharap aku mendapatkan stand akrilik MioMio-chan…”

“Bukankah kamu penggemar seluruh karakter, Mahorin?”

“Itu benar, tapi saat aku berbicara dengan Shikkoku-kun, aku mulai menginginkan yang MioMio-chan. Maukah kamu menggunakan kekuatan cintamu untuk membantuku memenangkannya?”

“Yah, aku akan berusaha semaksimal mungkin, tapi jangan berharap terlalu tinggi, oke? Aku juga sudah menghabiskan keberuntunganku.”

“Ah iya juga, kamu berhasil mendapatkan stiker Mio Mio-chan.”

“Begitulah.”

Yang sebenarnya kumaksud adalah aku memenangkan tempat duduk di sebelah Takase, tapi aku merahasiakan perasaan ini dari semua orang.

Kami berdua pun berdiri dari tempat duduk kami dan membayar tagihan. Kemudian seorang pelayan mengeluarkan kotak lotre. Sementara Momoi mengawasiku dengan tatapan tegang, aku menarik undian dan—

“Oh, ini MioMio.”

“Keren! Keren! Kamu benar-benar memenangkannya! ――Kyaa, terima kasih banyak!”

Momoi tersenyum lebar saat menerima stand akrilik MioMio dari pelayan.

“Selamat.”

“Apakah kamu yakin ingin aku mengambil ini?”

“Tentu saja, silakan.”

“Hore~! Terima kasih banyak! Aku akan menjaganya dengan baik.”

Dengan hati-hati menempatkan MioMio ke dalam tas yang tampaknya tas bermerek, kami pun meninggalkan kafe pelayan. Kami naik lift dan keluar dari gedung.

Dengan ini, misi selesai.

Momoi juga telihat puas, dan aku telah memainkan peranku sebagai pemeran pengganti dengan sempurna.

Saat aku merasakan gelombang kelegaan menyapu diriku, rasa kantuk tiba-tiba menyelimutiku. Aku ingin segera pulang dan istirahat.

“Aku bersenang-senang pada pertemuan luring hari ini.”

“Aku juga. Aku tidak mengira kalau itu adalah Momoi, tapi aku senang kita bisa mengobrol dengan menyenangkan.”

“Aku juga bersenang-senang. Tapi…”

Wajah cerahnya tiba-tiba memudar.

Dia terlihat menyesal sambil melanjutkan, “Ingat, kita hanya ‘pasangan di game online’. Aku akan bersikap seperti biasa di sekolah, dan tidak mungkin kita memiliki hubungan seperti itu di kehidupan nyata. Jadi tolong jangan salah paham, oke?”

Dengan kata lain, dia ingin bilang bahwa, “Jangan jatuh cinta padaku.” Aku paham kanapa dia ingin mengatakan itu. Momoi sangat cantik, dan percakapan kami sangat menyenangkan.

Jika aku adalah seorang siswa SMA biasa, aku mungkin akan jatuh cinta padanya dan salah mengartikan kedekatan kami ini, berpikir bahwa aku memiliki kesempatan.

Tapi, aku tidak akan jatuh cinta padanya.

Karena yang ingin kupacari bukanlah Momoi, melainkan Takase.

“Jangan khawatir; aku jamin aku tidak akan jatuh cinta padamu, Momoi.”

“Benarkah?”

“Tentu saja. Maaf, tapi aku sama sekali tidak tertarik padamu, Momoi.”

Aku mungkin mengatakan sesuatu yang bisa menyinggung perasaannya, tapi Momoi malah tampak senang, bibirnya tersenyum bahagia.

“Baiklah kalau begitu. Nah, sampai jumpa lagi di dalam game!”

“Tentu. Aku tidak ingin merusak suasana game kita, jadi tolong jangan membicarakan topik apapun soal sekolah, oke?”

Jika Kotomi mengetahui bahwa istri daring-nya adalah teman sekelasnya, dan terutama salah satu gadis gemerlap yang paling tidak dapat dia tangani, itu mungkin akan membuatnya gugup dan tidak bisa melakukan percakapan otaku yang menyenangkan.

Mungkin lebih baik merahasiakan bahwa identitas asli Mahorin adalah Momoi.

“Aku mengerti. Ayo kita bersenang-senang membicarakan anime, manga, dan game seperti biasa!”

Mengatakan itu dengan nada ceria, Momoi pun menghentikan taksi yang kebetulan lewat dengan terampil, dan kemudian menghilang dari pandanganku.



Otaku Chishiki Zero No Ore Ga, Naze Ka Otokogiraina Gal to Ota Katsu Wo Tanoshimu Koto Ni Natta Ndaga Bahasa Indonesia [LN]

Otaku Chishiki Zero No Ore Ga, Naze Ka Otokogiraina Gal to Ota Katsu Wo Tanoshimu Koto Ni Natta Ndaga Bahasa Indonesia [LN]

Aku, yang Tidak Memiliki Pengetahuan Apa Pun Soal Otaku, Entah Bagaimana Akhirnya Menikmati Kegiatan Otaku bersama Cabe-cabean Pembenci Pria
Score 9.5
Status: Ongoing Type: Author: Artist: Released: 2023 Native Language: Jepang
Tiba-tiba aku naksir teman sekelasku, Narumi Takase. Skenario idealku adalah membuat dia berteman dengan adik perempuan kembarku yang pemalu dan tertutup, Kotomi, yang juga seorang penyendiri di kelas yang sama denganku, agar bersama-sama, kami kakak beradik, dapat menjalani masa muda yang indah dan cerah. Namun, yang menjadi masalah adalah keberadaan sahabat Takase, Maho Momoi. Dia adalah gadis setengah Jepang yang cantik, berambut pirang, seleb cabe-cabean, dan terkenal akan ketidaksukaannya terhadap pria. Dia juga bersikap dingin terhadapku. Tapi setidaknya, aku berharap dia bisa berteman dengan adikku... Dan suatu hari adikku meminta bantuanku. Tampaknya dia akan bertemu dengan istri game onlinenya di pertemuan luring, dan dia ingin aku menjadi penggantinya karena dia merasa gugup. Demi adikku, aku pun menerima permintaan itu. Tapi, begitu aku tiba di tempat pertemuan, yang menungguku adalah Maho Momoi—!?!

Comment

Options

not work with dark mode
Reset