[LN] Kanojo ga Senpai ni NTR-reta no de, Senpai no Kanojo wo NTR-masu Volume 1 Chapter 8 Bahasa Indonesia

Menyusup ke Pertemuan Khusus Perempuan

8. Menyusup ke Pertemuan Khusus Perempuan


Aku menghubungi Karen segera setelah teleponku dengan Touko-senpai.

Tentu saja, itu berakhir dengan pertemuanku dengan Karen keesokan harinya.

“Aku tidak bisa berhenti memikirkan betapa sedihnya kamu, Karen, jadi aku membatalkan janji temuku sebelumnya dengan temanku.”

Setelah aku mengatakan itu, Karen rupanya sangat senang telah diberi prioritas karena dia terus berteriak ‘Aku sangat senang!’ melalui telepon beberapa kali.

Selama kencan di hari berikutnya juga, untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Karen bersikap ramah padaku.

Dia menempel erat padaku. Sudah lama juga sejak kami berjalan bergandengan tangan.

Aku memutuskan bahwa kami harus pergi ke festival kampus. Kami menunjukkan diri kami di kios perkumpulan kami, dan meskipun hari jagaku adalah besok, aku memutuskan untuk membantu mereka sedikit. Ini karena aku ingin bertanya kepada orang-orang di perkumpulan kami soal apa yang mereka ketahui tentang Kamokura.

Tampaknya Kamokura telah muncul di kios beberapa saat sebelum kami muncul dan sedang mencari orang-orang yang mau bermain Mahjong dengannya. Namun, mengetahui bahwa tidak ada seorang pun di sini yang mau bermain dengannya, dia pun pergi. Dia pasti memiliki banyak waktu luang sekarang karena perjalanannya yang begitu dia harapkan dengan Touko-senpai gagal. Syukurin.

Satu minggu setelah itu, Karen terus dekat denganku seperti saat kami baru mulai pacaran. Setiap hari dia ingin makan siang bersama denganku juga. Dan itu pun di kantin kampus.

Dia kemungkinan besar berpikir untuk pamer ke Kamokura soal betapa mesranya dia denganku dengan harapan membuatnya cemburu. Bagiku, akan lebih nyaman dan menyenangkan untuk makan bersama dengan Ishida dan teman-teman fakultasku yang lain, jadi dia sangat mengganggu.

Selama waktu ini, aku dan Touko-senpai juga belum pernah bertemu secara langsung lagi.

Ini karena tidak ada indikasi pertemuan antara Karen dan Kamokura. Meskipun begitu, kami tetap berhubungan satu sama lain setiap hari.

Secara pribadi, aku menganggap sikap Karen saat ini tidak lebih dari caranya untuk membalas Kamokura. Itulah kenapa aku menduga bahwa dengan seiring berjalannya waktu, cepat atau lambat dia akan berselingkuh lagi dengan Kamokura.

Aku ingin tahu pendapat Touko-senpai tentang hal itu, jadi aku bertanya padanya.

“Tentu saja, Isshiki-kun, kemungkinan hal itu terjadi seperti yang kamu pikirkan memang ada.”

Touko-senpai berbicara dengan cara yang sama seperti biasanya.

“Aku banyak memikirkan soal itu. Itulah sebabnya aku berpikir untuk memeriksa kapan mereka berdua kemungkinan besar akan kembali ke hubungan perselingkuhan mereka.”

Saat aku menjawab begitu, Touko-senpai menyuarakan pendapat yang berbeda seolah ingin menghentikan pemikiranku.

“Namun, bukankah sebaliknya juga mungkin?”

“Sebaliknya?”

“Ya, kemungkinan kalau Karen-san telah merenungkan semua yang terjadi, dan menyadari bahwa kamulah orang yang paling penting baginya?”

“Menurutmu itu mungkin?”

“Dilihat dari kejauhan, kalian berdua saat ini terlihat seperti pasangan yang memiliki hubungan baik.”

“Itu karena baik aku dan Karen ber-acting. Bukankah kamu yang menyuruhku melakukan itu, Touko-senpai?”

“Mungkin begitu, tapi aku hanya ingin kamu memikirkannya sekali lagi. Apakah kamu benar-benar berpikir bahwa menyakiti pacarmu dan putus dengannya adalah hal yang benar untuk dilakukan.”

…Apa-apaan yang dia katakan itu setelah kami sudah sampai sejauh ini? Bukankah kita sudah memutuskan untuk membuat pasangan kita yang selingkuh merasakan keputusasaan dan penyesalan yang begitu kuat sehingga mereka ingin mati?…

Suatu pikiran pun kemudian terlintas di benakku.

…Mungkinkah Touko-senpai berpikir untuk berbaikan dengan Kamokura? Mungkinkah Kamokura telah berubah dan memperbaiki sifatnya, dan sekarang Touko-senpai menyadarinya?…

Aku diserang oleh kegelisahan.

“Apa maksudmu dengan itu? Apakah itu berarti kamu berubah pikiran, Touko-senpai?”

“Tidak. Hanya saja, jika sikap Karen terhadapmu berubah, wajar jika perasaanmu juga berubah, kan? Aku berpikir bahwa dalam hal ini, akan lebih baik kalau kamu memikirkan sekali lagi apa pilihan terbaik untukmu. Lagi pula, jika kamu melanjutkan sisa rencana seperti ini dan putus dengan Karen, maka sudah tidak akan ada jalan kembali lagi.”

“Kita telah sampai di titik tidak bisa kembali dari saat Karen berselingkuh! Sudah tidak mungkin bagiku untuk kembali dan pacaran dengan Karen seperti dulu. Bahkan sekarang pun aku memaksakan diri untuk bertemu dengannya demi rencana kita.”

Aku menghentikan kata-kataku sejenak dan kemudian lanjut mengatakan kalimat berikutnya dengan kuat.

“Selain itu, sudah pasti bahwa Karen akan selingkuh lagi.”

Aku kemudian mendengar Touko-senpai menghela nafas panjang dari sisi lain telepon.

“Jika kamu sangat bertekad tentang hal itu, maka tidak apa-apa. Aku tidak akan mengatakan apa-apa lagi. Sejak awal aku juga tidak punya niat untuk berbaikan dengan Tetsuya. Mari lanjutkan sesuai dengan rencana awal kita. Semua dalam persiapan untuk hari-H.”

“Ya, aku juga menantikannya. Jadi, apa yang akan kita lakukan selanjutnya?”

“Aku yakin bahwa perasaan Karen-san seharusnya sebagian besar terfokus padamu sekarang, Isshiki-kun. Pertama dan terpenting, kamu harus membuatnya tetap seperti itu.”

“Mengerti. Namun, aku merasa bahwa Karen mengembalikan perasaannya padaku tidak lebih dari caranya membalas Kamokura-senpai. Aku percaya bahwa begitu mereka kembali berselingkuh, kita akan kembali ke titik awal lagi.”

“Itulah kenapa kita membutuhkan satu dorongan lagi sekarang.”

“Dorongan seperti apa?”

“Sudah kubilang sebelumnya, kan? Meningkatkan popularitasmu di kalangan perempuan.”

Dia memang pernah memberitahukan itu sebelumnya. Meski begitu, aku sama sekali tidak tahu apa yang harus aku lakukan untuk itu.

“Dan bagaimana tepatnya aku melakukan itu? Aku bahkan tidak bisa membayangkan bagaimana cara memulainya.”

“Benar. Aku tahu kalau kamu telah melakukan apa yang aku bilang sebelumnya. Tapi itu belum cukup. Itulah sebabnya aku akan menciptakan peluang untukmu.”

“Apa yang akan kamu lakukan?”

“Aku akan mengumpulkan beberapa gadis yang kukenal, termasuk yang dari perkumpulan kita, pada kesempatan berikutnya. Adapun dalihnya… Kurasa aku akan beralasan sesuatu seperti, kesempatan untuk membicarakan soal Natal, Tahun Baru, Valentine, dan acara musim dingin lainnya.”

“Uh ya.”

“Kamu, Isshiki-kun, akan berpura-pura melewati tempat itu secara kebetulan. Aku kemudian akan membuatmu bergabung ke dalam kelompok gadis-gadis di sana dan meningkatkan popularitasmu di antara mereka.”

“Apakah ini akan berjalan selancar itu? Aku memiliki bayangan bahwa saat seorang pria ikut serta ke dalam percakapan antar perempuan, dia akan dibenci oleh mereka semua.”

“Aku akan mengarahkan mereka untuk menerimamu dengan mengatakan terlebih dahulu sesuatu seperti, ‘aku juga ingin mengetahui pendapat pria.’ Dengan begitu, jika kamu kebetulan lewat, itu akan wajar bahkan jika kamu bergabung dalam percakapan kami, kan?”

“Kalau begitu kurasa iya. Tapi aku tidak punya apa-apa untuk dibicarakan yang bisa diterima dengan baik oleh para perempuan.”

“Hm, kalau begitu pelajari semampumu tentang aplikasi yang aku katakan. Aplikasi kamera smartphone untuk berfoto selfie.”

Touko-senpai memberikanku nama beberapa aplikasi kamera yang digunakan untuk berfoto selfie.

“Kelebihan dan kekurangan dari masing-masing aplikasi ini; apakah itu gratis atau berbayar; jenis fungsi khusus apa yang mereka miliki. Selama kamu bisa menjelaskan masing-masing hal ini pada para perempuan dengan cara yang mudah dipahami, aku yakin mereka akan memberikanmu cukup banyak pujian.”

“Begitu ya.”

Dia benar. Wanita tampaknya sangat berhati-hati dengan foto yang mereka unggah di media sosial.

Aku berani bertaruh mereka akan senang mengetahui sebanyak mungkin tentang aplikasi yang memungkinkan mereka mendapatkan hasil foto yang lebih imut, meskipun hanya sedikit.

“Begitu kamu berhasil membangun suasana, cobalah tingkatkan daya tarikmu dengan mengatakan bahwa kamu pandai dalam programaning. Faktanya kita memang sedang mempelajar Ilmu Komputer, dan kamu juga mengatakan padaku sebelumnya kamu cukup pandai dalam Java dan Python, kan?”

Aku memang mengatakan itu. Alasannya adalah, jika aku menyebutkan sesuatu seperti itu, itu mungkin dapat menempatkanku sedikit lebih dekat ke level Touko-senpai, mahasiswa tahun kedua dengan nilai terbaik di jurusan Ilmu Komputer.

“Kamu tahu kalau bahkan jurusan seni dan humaniora pun memasukkan kelas pemrograman dalam kurikulum mereka, kan? Nah, ada banyak perempuan yang mengalami kesulitan serius dalam tugas di kelas tersebut. Sampai sekarang, gadis-gadis itu telah meminta bantuanku dan aku telah membuat program untuk mereka. Aku ingin kamu menggantikanku. Aku yakin bahwa melakukan itu akan sangat meningkatkan reputasimu di antara para gadis. Dengan cara itulah, kamu juga bisa berinteraksi dengan gadis lain secara konsisten.”

Masuk akal. Jika hanya begitu, setidaknya aku bisa melakukannya.

“Sejak awal reputasimu di kalangan perempuan tidak buruk, Isshiki-kun. Ada beberapa gadis yang kukenal yang bilang kalau kamu adalah ‘pria menarik berwajah manis’ sejak kamu pertama kali masuk universitas.”

“Benarkah?”

Aku merasakan wajahku secara tidak sadar menyeringai.

“Sungguh. Menurutku Karen-san tidak akan memilihmu sebagai pacarnya jika tidak begitu.”

Aku tidak mengerti dengan baik bagaimana para gadis memberikan penilaian mereka, tapi jika Touko-senpai yang mengatakan itu padaku, aku yakin itu memang benar. Pada saat inilah masalah tertentu muncul di benakku.

“Namun, bukankah rencana itu akan merepotkan kita?”

“Kenapa?”

“Itu karena orang lain akan tahu kalau aku dan Touko-senpai sering berinteraksi bersama. Setelah itu terjadi, bukankah hanya masalah waktu sebelum Karen atau Kamokura-senpai mengetahuinya?”

Namun, Touko-senpai menjawab dengan tidak khawatir.

“Aku sudah memikirkan bagian itu. Aku akan meminta Kazumi yang memanggilmu. Kamu hanya perlu berakting bahwa aku dan kamu hanyalah seorang senpai dan kouhai yang satu alumni SMA dan saling mengenal.”

Ooh, seperti yang diharapkan dari Touko-senpai! Dia sudah memperhitungkan itu.

“Pertahankan sikapmu terhadapku sama seperti yang kamu lakukan di perkumpulan kita selama ini. Jangan terlalu banyak bicara denganku dan fokuslah untuk berbincang dengan gadis-gadis lain. Aku juga akan bersikap seolah-olah aku tidak terlalu tertarik padamu.”

Setelah itu, aku dan Touko-senpai membahas berbagai hal lain, seperti perkiraan waktu dan tanggal di mana kami akan menjalankan rencana ini, topik lain apa yang harus aku bicarakan dengan gadis lain, toko mana yang akan menjadi tempat terbaik untuk membuat seolah-olah kami bertemu secara kebetulan, dll.

Mengenai pelaksanaan rencana kami, dia akan menghubungiku setelah dia menentukan semua gadis yang akan berkumpul.

Bersamaan dengan itu, dia akan memberi tahuku semua yang dia ketahui tentang kepribadian, minat, dan hal-hal yang dibenci oleh setiap gadis yang akan ambil bagian.

Dengan memiliki informasi itu, aku akan memikirkan topik apa yang disukai masing-masing gadis dan mana yang sebaiknya aku hindari.

Pada awalnya, aku berpikir bahwa tidak mungkin melakukan sesuatu seperti mengemukakan pendapatku di antara kelompok gadis, tapi mendengarkan Touko-senpai, aku mulai berpikir bahwa hal itu sebenarnya mudah dicapai. Belum lagi Touko-senpai sendiri akan membantuku pada saat yang sama. Mungkin wajar jika ini menjadi tampak mudah?

Setelah itu… Perselingkuhan Karen dan Kamokura berlanjut.

Itu dimulai pada hari Kamis sekitar satu setengah minggu dari hari rencana perjalanan perselingkuhan mereka yang batal.

Sejujurnya, mereka tidak belajar, atau mungkin lebih tepatnya kalau mereka sangean.

◆◆◆


Minggu berikutnya, aku berjalan berlawanan arah dengan stasiun kereta yang biasa aku gunakan.

Di seberang universitas dan stasiun, ada sebuah toko kue makan sepuasnya di seberang jalan. Touko-senpai dan gadis-gadis lain sedang mendiskusikan apa yang akan mereka lakukan selama acara musim dingin perkumpulan kami.

Kami berada di sepertiga terakhir bulan November. Ada banyak acara musim dingin penting yan telah lama ditunggu-tunggu yang menanti kami dalam waktu dekat. Untuk menyebutkan beberapa nama, ialah Natal, Tahun Baru, dan Valentine.

Perkumpulan tempat kami bergabung merencanakan acara setiap tahun yang sejalan dengan tanggal tersebut.

Mereka berkumpul dengan dalih menampung semua ide para perempuan sehubungan dengan acara itu.

Karakterku dalam hal ini adalah seorang pria yang sendirian yang kebetulan datang untuk makan kue.

Aku memesan minuman dan kue di lantai satu dan naik ke lantai dua.

Meskipun sekarang adalah hari kerja di siang hari, toko itu sangat ramai.

…Hal pertama adalah mencari di mana Touko-senpai dan para gadis duduk. Aku harus lebih dekat dengan mereka untuk ini…

Dengan mengingat hal itu, aku pun berjalan ke arah dalam saat seseorang kemudian memanggilku.

“Oh, apakah itu kamu, Isshiki-kun?”

Aku menoleh untuk melihat dan mengetahui kalau Kazumi-san melambaikan tangan ke arahku dari balik pilar. Touko-san dan empat wanita muda dari perkumpulan kami bersama dengannya.

Dengan nampan masih di tanganku, aku mendekat ke meja tempat mereka berada.

“Isshiki-kun, kamu sendirian?”

Kazumi-san bertanya padaku dengan cara yang sangat natural. Seperti yang telah kami rencanakan.

“Ya, aku sendirian.”

“Jika kamu mau, duduklah di sini bersama kami.”

Kazumi menunjuk ke kursi di sampingnya.

“Terima kasih. Aku akan menerima tawaranmu kalau begitu.”

Aku pun menarik kursi kosong yang paling dekat denganku dan duduk di meja yang sama dengan mereka.

Orang-orang di meja itu, selain Touko-senpai dan Kazumi-san, ada 4 gadis dari perkumpulan kami. Dari Fakultas Ekonomi, ada mahasiswa tahun kedua, Mina-san, dan mahasiswa baru, Ayaka-san; dari Fakultas Sastra, ada Manami-san, yang juga mahasiswa tahun kedua; dan terakhir ada mahasiswa baru dari Fakultas Bisnis, Yuri-san.

Mereka berempat adalah gadis-gadis yang memegang pengaruh dalam perkumpulan kami. Seperti yang diharapkan dari Touko-senpai. Dia tidak mengabaikan satu hal pun saat memilih anggota dalam pertemuan ini.

Mina-san, mahasiswi Ekonomi tahun kedua, adalah orang pertama yang bertanya padaku.

“Bagaimana kamu dan Kazumi bisa saling mengenal, Isshiki-kun? Lagipula, Kazumi bahkan tidak berada di perkumpulan yang sama dengan kita semua.”

Kazumi-san menjawab pertanyaan itu lebih cepat dari yang aku bisa.

“Aku awalnya mengetahui nama dan wajahnya dari Touko. Kemudian, beberapa waktu lalu, saat sedang mencari buku programming di perpustakaan, dia membantuku. Setelah itu, aku sesekali meminta bantuannya dalam mengerjakan tugas programming-ku.”

“Oh! Begitukah? Tetap saja, Kazumi, aku minta padamu untuk tidak mendekati mahasiswa baru dari perkumpulan kami sebagai orang luar. Karena kami menaruh harapan tinggi pada Isshiki-kun sebagai anak baru!”

Mina-san tertawa setelah mengatakan itu.

“Aku akan bergabung dengan perkumpulan kalian segera setelah ini, jadi tidak akan ada masalah, kan?”

Kazumi-san juga tertawa sambil membalas. Dia benar-benar seseorang yang cepat membuat balasan.

“Tapi tahukah kamu kalau, Isshiki-kun sudah pacaran dengan Karen? Kamu sudah terlambat.”

Orang yang mengatakan itu adalah mahasiswa tahun kedua yang berada di Fakultas Sastra yang sama dengan Karen, Manami-san.

“Ya, dia terlambat.”

Aku berkelit dengan jawaban yang agak samar.

“Karen Mitsumoto, ya. Yah, aku tidak terlalu menyukainya sih. Meskipun dia tampaknya populer di kalangan laki-laki.”

Kata Mina-san blak-blakan.

“Hei, Mina! Kamu seharusnya tidak mengatakan hal itu di depan Isshiki-kun!”

Meskipun kata-kata Manami-san menunjukkan keinginan untuk menghentikan temannya, dia sendiri juga tersenyum dan tertawa.

“Aah, kamu benar. Isshiki-kun, maaf ya. Yah, terlepas dari bagaimana kamu memandangku, aku adalah tipe orang yang mengatakan dengan lantang apa yang aku pikirkan. Jadi tolong jangan terlalu dipikirkan.”

Ayaka-san, mahasiswi baru dari Fakultas Ekonomi, yang berbicara selanjutnya.

“Tetap saja, aku setuju dengan apa yang dikatakan Mina-san. Karen… Sikapnya berubah pesat tergantung apakah ada laki-laki atau tidak di dekatnya.”

“Benar, benar! Waktu itu selama acara perkemahan musim panas juga parah banget, kan? Sejujurnya aku muak dengan itu.”

Yang memberikan pendapat yang sama adalah mahasiswa baru dari Fakultas Bisnis, Yuri-san.

Aku sudah diberitahu sebelumnya oleh Touko-senpai bahwa pendapat gadis-gadis di kelompok kami tentang Karen itu buruk.

Jadi, kalimat yang harus aku sampaikan di sini adalah…

“Yah, aku pacar Karen, jadi aku percaya padanya. Dia seorang gadis dengan hati yang baik jauh di lubuk hatinya.”

Aku menutupi ceritaku dengan itu. Menurut Touko-senpai, jika gadis-gadis lain mulai menjelek-jelekkan pacarku, aku harus selalu melindunginya. Itulah satu hal yang tidak perlu aku setujui dengan mereka.

Kelompok empat gadis itu pun saling memandang untuk sesaat.

“B-Benar. Pasti karena Karen memiliki hal-hal baik itulah makanya Isshiki-kun berpacaran dengannya.”

“Sejujurnya, Karen itu imut. Dia bahkan memiliki aura menggemaskan.”

“Dilihat dari sudut pandang anak laki-laki, dia mungkin tipe yang tidak bisa mereka biarkan sendiri. Jangan terlalu dipikirkan soal apa yang kami katakan sebelumnya.”

Meskipun begitu, Mina-san adalah satu-satunya yang tidak meninggalkan topik tanpa menambahkan satu kalimat pedas terakhir.

“Tapi tetap saja, kamu harus lebih berhati-hati soal siapa yang kamu pilih untuk dijadikan pacar.”

Aku juga ingin sepenuhnya menghapus masa laluku yang telah berpacaran dengan Karen.

Mengatakan bahwa dia adalah gadis yang baik hati hampir membuatku muntah.

Aku ingin mengutarakan isi hatiku dan mengungkapkan pada mereka semua bahwa Karen adalah seorang wanita yang busuk sampai ke kepribadiannya.

Namun, Touko-senpai telah memperingatkanku bahwa perempuan berpikir pria yang berbicara buruk tentang pacar mereka sendiri adalah yang terburuk, jadi aku harus memastikan untuk tidak melakukan hal itu dalam keadaan apa pun, apa lagi setuju dengan mereka jika mereka menjelekkannya.

Tetap saja… Aku memang sudah mendengar soal ini dari Touko-senpai sebelumnya, tapi pendapat gadis lain tentang Karen benar-benar buruk. Aku mungkin cukup kaget kalau tidak ada masalah perselingkuhan ini.

“Aa~ah! Aku terlihat sangat jelek di foto yang baru saja aku ambil ini!”

Teriak Kazumi-san sambil melihat smartphone-nya. Dia mencoba mengubah topik pembicaraan untukku.

Sekaligus, ini juga sinyal bagiku untuk mengarahkan pembicaraan ke arah aplikasi selfie.

“Kenapa bisa? Bolehkah aku melihatnya?”

Tidak melewatkan kesempatan sedikit pun, aku berbicara dengan Kazumi-san.

“Lihat! Aku mengambilnya di toko ini beberapa saat yang lalu. Tapi bukankah aku terlihat agak jelek di sini?”

Sebenarnya dia tampak normal, tapi karena ini adalah sandiwara yang kami lakukan, aku tidak menyebutkannya.

“Begitu. Ini mungkin salah pencahayaannya. Dalam hal ini, jika kamu menyesuaikan tingkat keseimbangan antara warna kulit dan keputihannya…”

Aku memainkan ponsel Kazumi saat mengatakan itu.

“Ooh, sekarang terlihat sangat cantik! Seperti yang diharapkan dari Isshiki-kun! Tidak mungkin aku bisa mengunggahnya jika tidak terlihat sebagus ini!”

Kazumi-san mengatakan itu dengan berlebihan.

“Isshiki-kun, apakah kamu tahu tentang aplikasi kamera?”

Orang yang pertama kali memakan umpan adalah, seperti yang bisa kalian bayangkan, Mina-san. Tiga gadis lainnya juga semua menatapku dengan penuh minat.

“Aku tidak terlalu berpengetahuan luas, tapi aku berpikiran untuk mungkin membuat aplikasinya sendiri. Karena itulah aku telah meneliti sedikit soal aplikasi kamera.”

Itu benar. Aku pernah mencoba membuat aplikasi kamera di Android dengan berpikir bahwa aku mungkin bisa mendapatkan uang tambahan. Meskipun tampaknya untuk ‘membuatnya terlihat lebih manis atau membuatnya terlihat lebih cantik’ memerlukan sejumlah pengetahuan tentang pengoperasiannya, sehingga aplikasi kecil yang aku buat tidak laris manis.

“Oh, kalau begitu, aplikasi mana yang ada saat ini yang bisa kamu rekomendasikan?”

Yang mencondongkan tubuh ke depan adalah Yuri-san.

“Kalau tidak salah, aplikasi K adalah yang paling terkenal sampai beberapa waktu lalu. Tapi sekarang aplikasi lain seperti aplikasi SO, aplikasi UL, aplikasi BP, dan aplikasi B9 juga telah mendapatkan banyak peminat, kan? Jika kamu ingin fokus pada foto mentah, sebaiknya pakai SO. Jika sebaliknya kamu ingin memproses dan memanipulasi foto sedikit lebih banyak, mungkin UL atau BP akan lebih baik.”

TLN: Setiap aplikasi adalah referensi untuk aplikasi kamera Jepang asli: SO referensi SODA, UL adalah Ulike, BP adalah BeautyPlus, B9 adalah B612. K mungkin カメラ360

“Aku menggunakan UL saat ini, tapi ada begitu banyak fungsi yang berbeda sehingga aku tidak tahu mana yang harus aku gunakan untuk apa.”

Manami-san yang mengatakan itu.

“Menurutku hal terpenting adalah tampilan kulitmu, jadi dalam kasus UL…”

Seperti itulah, aku terus menjelaskan kepada para perempuan tentang fitur, rekomendasi penggunaan dan kelebihan dari aplikasi selfie-nya selama beberapa saat. Aku juga menambahkan sedikit pembicaraan tentang beberapa teknik pemrosesan gambar yang dapat digunakan sesuai dengan situasi.

Sumber dari semua informasi ini adalah apa yang dikatakan Touko-senpai kepadaku sebelumnya. Hal-hal yang aku teliti hanya sedikit, yaitu tentang aplikasi kamera selfie paling populer saat ini dan tentang beberapa layanan berbayar yang mereka miliki.

Khususnya teknik pemrosesan, mana mungkin aku mengetahuinya. Ini sendiri adalah sesuatu yang dipelajari Touko-senpai dari teman modelnya, dan aku hanya mengulangi pengetahuannya.

Namun, ini diterima di kalangan perempuan jauh lebih baik daripada yang aku kira. Namun, di dalam hati, aku merasa sangat gugup karena khawatir kalau-kalau aku telah melakukan kesalahan, dan mereka mengetahui kebohongan kami…

Ayaka-san berbicara dengan kagum.

“Kamu luar biasa, Isshiki-kun. Tidak kusangka kau tahu tentang ini!”

Selain itu, Kazumi-san mengangguk dengan sikap yang menyatakan sangat setuju.

“Isshiki-kun, tidak heran kamu mengambil jurusan Ilmu Komputer, kamu tahu banyak tentang aplikasi dan program! Aku selalu diselamatkan olehnya dalam tugas programming-ku, lho?”

Tidak, tak diragukan lagi kalau akulah yang selalu diselamatkan… Aku membuat senyum pahit di benakku ketika memikirkan itu.

Wanita ini sangat pandai membaca suasana dan menciptakan imej.

“Kalau begitu, bisakah kamu mengajariku juga lain kali? Aku juga mengalami beberapa masalah serius dengan tugas programming-ku.”

Mina-san mengatakan itu dan mencondongkan tubuhnya ke arahku.

“Kalau begitu aku juga! Aku memiliki kelas programming mulai semester depan, dan aku terus mengkhawatirkannya tanpa henti. Isshiki-kun, bisakah aku meminta bantuanmu?”

Yang mengatakan itu adalah mahasiswa baru Fakultas Bisnis, Yuri-san.

“Aku juga ingin meminta bantuanmu. Aku tidak tahu sama sekali dalam hal programming, jadi aku bingung apa yang harus aku lakukan.”

Sekarang mahasiswa baru Fakultas Ekonomi, Ayaka-san, yang berbicara.

Saat itulah Touko-senpai berbicara untuk pertama kalinya.

“Kamu akan sangat membantuku jika kamu dapat membantu tugas programming mereka, Isshiki-kun. Aku memiliki beberapa mata kuliah yang membuatku sangat sibuk semester ini, jadi aku sendiri juga memiliki banyak tugas.”

Dia berbicara dengan singkat.

Sejak saat aku duduk di tempat ini, Touko-senpai hampir tidak pernah menoleh ke arahku.

Itu adalah sikap yang menekankan bahwa dia sama sekali tidak tertarik padaku.

Dengan begini, seharusnya tidak ada orang di sini yang mungkin berpikir bahwa aku dan Touko-senpai sedang bersekongkol.

“Kami telah mengandalkan Touko sepenuhnya selama ini. Karena itulah, aku merasa tidak enak menghabiskan waktumu ketika kamu sibuk.”

Yang mengatakan itu adalah Mina-san lagi.

Manami-san lalu menambahkan.

“Tapi jika kami juga bisa mengandalkan Isshiki-kun, itu berarti bebanmu akan jadi ringan kan, Touko?”

Aku pun menjawab dengan ramah. Itu adalah kesempatan terbaikku untuk menonjolkan satu-satunya kelebihanku.

“Jika kalian tidak masalah dengaku, kalian dapat menghubungiku kapan pun kalian mau. Jika itu seperti pelajaran programming umum, maka itu tidak akan menjadi beban untukku.”

“Hore! Isshiki-kun, terima kasih!”

“Isshiki-kun juga sangat berpengetahuan tentang aplikasi kamera. Aah, seharusnya aku berkenalan dan mendekatimu dari dulu!”

“Aku juga berpikiran sama! Jika kamu seperti ini, aku ingin berbicara denganmu tentang banyak hal sejak awal!”

“Sayang sekali membiarkan Karen memonopolimu selama ini.”

“Kamu seharusnya tidak mengatakan itu keras-keras!”

Aku menepuk dadaku dengan lega. Tampaknya, entah bagaimana, aku berhasil melaksanakan strategi untuk meningkatkan popularitasku di pertemuan para gadis ini.

Touko-senpai kemudian melihat jam tangan di lengan kirinya dan memberi isyarat menyekanya dua kali.

Itu adalah isyarat bagiku untuk pergi.

Menurut Touko-senpai, mengetahui kapan harus meninggalkan percakapan dengan seorang gadis sangatlah penting.

Tampaknya, pergi ketika gadis-gadis itu memikirkan sesuatu seperti ‘Kayaknya aku ingin bicara sedikit lebih lama dengannya’ adalah waktu terbaik.

Di sisi lain, tetap duduk di tempat sepanjang waktu akan membuat mereka berpikir bahwa kamu menyebalkan.

“Kalau begitu, aku akan pergi sekarang.”

Aku bangkit dari tempat dudukku sambil mengatakan itu.

“Eh, kamu sudah mau pergi?”

“Kamu tidak perlu pergi terlalu buru-buru.”

Aku menjawab dengan sedih pada gadis-gadis yang mengatakan itu padaku.

“Aku punya janji untuk bertemu dengan seorang teman. Dan aku juga ingin membeli buku untuk salah satu mata kuliahku sebelum itu.”

Itulah jawabanku, yang tentu saja bohong.

“Begitu ya. Sungguh disayangkan.”

“Kalau begitu mari kita bicara lagi lain kali.”

“Sampai jumpa di perkumpulan!”

“Sampai jumpa! Ah, aku menantikan bantuanmu untuk tugas programming-ku!”

Aku membungkuk sedikit pada para gadis ketika mereka mengatakan itu dan meninggalkan tempat.

Dengan begini, aku seharusnya sudah menyelesaikan semuanya dengan baik, seperti yang diminta Touko-senpai padaku.

Aku akan meneleponnya nanti untuk menanyakan hasilnya.

◆◆◆


“Itu adalah pertunjukan yang luar biasa.”

Malam tiba dan segera setelah aku menelepon Touko-senpai, kata-kata pertama yang keluar darinya adalah itu.

“Setelah kamu pergi, kami tetap di sana dan terus berbicara sebentar, tapi penilaian semua orang terhadapmu cukup baik.”

“Terima kasih banyak. Namun, ini semua berkatmu, Touko-senpai.”

Aku senang dipuji tapi aku merasa tidak pantas untuk bangga di hadapan orang yang memberikanku pondasi untuk mencapai hal itu.

“Tidak sama sekali. Melaksanakan apa yang aku katakan dengan baik, bersama dengan bicaramu yang tepat dan senyum alamimu. Gabungan hal-hal itulah yang menyebabkan setiap gadis di tempat itu memiliki pendapat yang tinggi tentangmu. Ini sudah lebih dari cukup untukmu mengangkat kepala tinggi-tinggi.”

Ya ampun, diberitahu hal-hal seperti ini oleh Touko-senpai membuatku merasa sangat malu.

“Selain itu, caramu membela Karen sangat sempurna. Kamu tidak setuju dengan pendapat mereka dan tidak hanya melindungi pacarmu, tapi juga melakukannya dengan jumlah kata-kata yang cukup, dan tidak terlalu keras kepala dalam melakukannya.”

Hmm, itu juga karena Touko-senpai sudah memberitahuku bahwa selama aku berbicara dengan perempuan, aku harus memberikan perhatian khusus pada balasanku dan berhati-hati untuk tidak berbicara terlalu banyak.

Selain itu, aku buruk dalam berbicara dengan orang yang tidak aku kenal, dan itu jadi dua kali lipat ketika orang itu adalah wanita.

“Dengan begitu, bisa dibilang bahwa seluruh kalangan perempuan adalah sekutumu. Itulah sebabnya kita sekarang dapat mengatakan bahwa saat perselingkuhan Karen-san terungkap, dia akan diisolasi dan dibenci oleh semua orang. Mereka akan berpikir, ‘Bagaimana bisa doa mengkhianati pacarnya, yang dengan baik hati melindunginya!?’”

“Syukurlah kalau begitu. Lagian, apakah kita bisa membuat gadis-gadis itu berpihak pada kita adalah masalah yang cukup besar.”

Itu adalah kekhawatiran yang aku miliki cukup lama.

Aku percaya bahwa mencampakkan pasangan kami dengan cara yang paling buruk ketika mereka paling mencintai kami adalah cara terbaik untuk membalas dendam, tapi aku takut orang-orang di sekitar kami merasa kasihan pada mereka, berpikir bahwa itu terlalu jahat, bahwa kami sudah kelewatan.

Kamokura telah mencuri pacar kouhai-nya, jadi aku rasa tidak akan terlalu banyak pria yang bersimpati padanya.

Namun, aku tidak tahu tentang para perempuan. Aku merasa bahwa tidak akan ada gadis yang mendukung apa yang dilakukan Karen, tapi aku telah mendengar bahwa wanita adalah makhluk yang memiliki tingkat empati yang tinggi. Beberapa gadis mungkin saja mulai berpikir, ‘Tidak perlu sampai sejauh itu, kan? Kasihan Karen, karena harus mengalami itu,’ setelah melihat Karen menangis.

Dan jika seorang gadis yang membela Karen muncul, kerusakan yang dia dapatkan dari rencana balas dendam akan berkurang setengahnya atau lebih.

Jika memungkinkan, aku ingin memberi Karen dan Kamokura pelajaran yang sangat menyakitkan sehingga mereka tidak akan pernah melupakannya.

“Benar. Aku percaya bahwa mayoritas perempuan akan memihak kita. Tetap saja, aku punya ide kecil tentang itu. Mari kita bahas lain kali.”

Dia bahkan memikirkan tentang itu? Yah, seharusnya tidak ada masalah jika aku menyerahkannya pada Touko-senpai.

Meskipun begitu, aku merasa, sebagai seorang pria, aku sendiri perlu berperan aktif.

“Kalau begitu, sampai jumpa.”

“Ah, tolong tunggu sebentar.”

Saat Touko-senpai hendak mengakhiri panggilan, aku buru-buru memanggilnya.

“Ada apa?”

“Yah, ini tentang PR yang aku dapatkan sebelumnya… Sebenarnya, aku punya sedikit permintaan.”

“PR?”

“Ya. PR di mana aku harus menulis laporan tentang ‘kondisi yang membentuk seseorang sebagai gadis imut.’”

“Apakah kamu sudah berhasil sampai pada kesimpulan?”

Suara Touko-senpai menjadi bersemangat. Itu adalah suara yang sedikit berharap.

“Aku sudah memiliki jawabannya di dalam pikiranku. Namun, aku belum bisa mengatakannya dengan benar…”

Dia menunggu kata-kataku selanjutnya tanpa berbicara.

“Dan untuk itu, Touko-senpai, aku ingin bertanya apakah kamu bisa berkencan denganku selama satu hari?”

“Eh? Kencan?”

Sungguh jarang, Touko-senpai balik bertanya dengan suara terkejut.

“Ya. Aku merasa ‘keimutan’ berbeda tergantung pada orangnya. Itulah sebabnya terakhir kali, aku akhirnya hanya mengatakan hal-hal yang mencakup gagasan umum. Kali ini, aku tidak ingin melakukan itu, tapi sebaliknya, aku ingin jawaban PR-ku menggambarkan ‘keimutan’ yang sangat cocok denganmu, Touko-senpai.”

Aku sangat serius dalam hal ini. Jawaban dari semua pemikiranku sejak dulu adalah ini.

Touko-senpai tidak berkata apa-apa dalam waktu yang lama. Aku tahu bahwa, dari sisi lain telepon, dia bimbang, tidak yakin akan hal itu.

“Tolong, aku mohon. Bahkan jika dengan ini aku mengatakan sesuatu yang kamu anggap melenceng, senpai, kamu boleh kehilangan semua harapanmu padaku saat itu juga, aku tidak akan membantah.”

Bahkan setelah mengatakan itu, Touko-senpai tetap diam selama beberapa saat.

Namun, tak lama kemudian, satu kata datang dari sisi lain telepon.

“…Oke…”

“Terima kasih banyak!”

Suaraku refleks menjadi lebih hidup.

“Jadi, kapan kita akan melakukan kencan ini?”

“Aku tak masalah kapan saja. Selama itu tidak mengganggu waktumu, Touko-senpai.”

“Baiklah. Jadi, bagaimana kalau hari Minggu depan? Lagi pula, aku luang sepanjang hari itu.”

“Tidak masalah! Kalau begitu, aku menantikan hari Minggu depan. Aku akan menghubungimu lagi untuk jamnya. Aku akan memikirkan tempat apa yang akan kita kunjungi dan kegiatan lainnya!”

“Ya, aku mengerti. Kalau begitu, sampai jumpa hari Minggu depan…”

Dia mengatakan itu dan menutup telepon.

Bagus, dengan begini, semua persiapan sudah selesai. Yang tersisa sekarang hanyalah menjalankan rencana yang telah kubuat.

Aku harus membuat Touko-senpai menerimaku dan menjadi pasangannya di saat-saat terakhir balas dendam kami!

Aku pun memperbaharui tekadku.



Kanojo ga Senpai ni NTR-reta no de, Senpai no Kanojo wo NTR-masu Bahasa Indonesia [LN]

Kanojo ga Senpai ni NTR-reta no de, Senpai no Kanojo wo NTR-masu Bahasa Indonesia [LN]

My Girlfriend Cheated on Me With a Senior, so I’m Cheating on Her With His Girlfriend, Pacarku Selingkuh dengan Seniorku, maka Aku pun Berselingkuh dengan Cewek Seniorku
Score 9.9
Status: Ongoing Type: Author: Artist: Released: 2021 Native Language: Jepang
“Touko-senpai! Tolong berselingkuh denganku!" “Tenang, Isshiki-kun… aku tidak akan puas sebelum kita membuat mereka berdua yang menyelingkuhi kita merasakan neraka itu sendiri!” Yuu Isshiki terkejut mengetahui pacarnya berselingkuh, jadi dia memutuskan untuk berselingkuh dengan pacar dari pria yang mencuri ceweknya, Touko Sakurajima, yang kebetulan juga adalah senpai yang dia kagumi. Sebagai bagian dari rencana mereka, Touko mengusulkan untuk 'membalas' mereka sebesar mungkin, jadi dia mulai membuat Yuu menjadi pria yang menarik dan populer di kalangan perempuan!? Pilihan pakaian, topik pembicaraan, dll... Yuu mendapati dirinya berada di tengah peningkatan gila-gilaan dalam reputasinya di kalangan perempuan; namun, perasaannya pada Touko terus tumbuh. Saat rencana mereka terus berkembang, hubungan antara mereka berdua tiba-tiba menjadi intim… 'Pembalasan' apa yang akan dilakukan oleh mereka yang diselingkuhi pada Malam Natal?! Apa kesimpulan yang menunggu mereka berdua!? Tirai komedi romantis balas dendam pun dinaikkan!

Comment

Options

not work with dark mode
Reset