[LN] Isekai Romcom Volume 1 Chapter 4.4 Bahasa Indonesia

Hari Kencan (Bagian 4)

Chapter 4: Hari Kencan

4


Shigemoto dan Shiho, serta Sei dan Hisamura, berhasil memasuki taman hiburan dengan aman.

Taman hiburan itu sangat besar dan memiliki banyak wahana dan fasilitas yang bermacam ragam.

Tidak mungkin menaiki setiap wahananya hanya dalam satu hari.

Saat Shigemoto dan Shiho melanjutkan kencan mereka, Sei dan Hisamura mengikuti mereka berdua dari kejauhan.

Mereka menjaga jarak cukup jauh agar tidak terlihat meskipun Shiho dan Shigemoto tiba-tiba berbalik, namun cukup dekat agar mereka tidak kehilangan jejak.

Saat mereka menjaga jarak sambil terus mengikuti, pikiran Sei sedikit bergejolak.

(S-Sudah kuduga aku seharusnya tidak mengenakan pakaian ini…!)

Hal yang paling mengganggunya saat ini adalah pakaiannya.

Dia telah memikirkan pakaiannya sampai saat-saat terakhir sebelum tidur semalam, dan dia masih terus memikirkannya setelah dia bangun pagi ini.

Pada akhirnya, dia memilih untuk memakai kaos crop-top yang awalnya direkomendasikan Shiho tapi langsung dia tolak.

Sei benar-benar merasa ragu, tapi dia pun memberanikan diri untuk memakainya.

(Ini memalukan, tapi Hisamura sepertinya sangat senang melihatku memakai ini… T-Tidak, aku tidak memakai ini untuk membuatnya senang…!)

Dia mencoba membuat alasan di dalam hatinya, tapi kemudian dia berpikir lagi.

(T-Tidak, aku tidak boleh membohongi diri sendiri. Tentu saja, aku memakai ini karena aku ingin Hisamura berpikir bahwa aku, yah, imut, tapi… Reaksinya lebih dari yang kuduga, dan sekarang aku merasa sangat malu…!)

Tentu saja itu lebih baik daripada tidak menerima reaksi apa pun atau hanya menerima reaksi halus.

Namun reaksinya sangat besar… Bahkan hingga sekarang…

“…Hisamura, tatapanmu sedikit menyakitkan.”

Uuu… Maaf.”

Selagi Hisamura mengawasi Shiho dan Shigemoto, dia juga terus mencuri pandang ke arah Sei, yang telah berada di sisi Hisamura sejak tadi, setiap kali dia punya kesempatan.

Malahan, dia sepertinya lebih sering melirik Sei daripada mengawasi Shiho dan Shigemoto.

“Y-Yah, agak memalukan untuk ditatap sesering itu…”

“Maaf, aku benar-benar minta maaf. Tapi aku pikir ini salahmu karena kamu sangat imut, Sei-chan.”

Hisamura menutupi wajahnya dengan tangan kanannya, mungkin untuk menghindari menatap Sei.

“K-Kok jadi salahku sih?”

“Tapi memang benar kalau pakaian Sei-chan sangat imut sehingga aku suka melihatnya.”

“Ukh… A-Apakah kamu tidak malu berkata seterus terang itu?”

“Agak malu sih, tapi aku hanya mengatakan yang sebenarnya.”

Ketika Hisamura mengatakannya sampai sejauh itu, bahkan Sei pun akhirnya mulai merasa semakin malu.

Sei berpikir bahwa dia harus bersikap tenang dan mengabaikan pujian Hisamura, tapi itu tetap saja sulit baginya.

“U-Untuk saat ini, tidak apa-apa kalau kamu mau melihatku, tapi kamu juga harus mengawasi Shiho dan Shigemoto.”

“Siap. Jadi, tidak apa-apa kalau aku melihat Sei-chan, kan?”

“Y-Yah, aku memakai pakaian ini karena aku siap untuk dilihat olehmu, sih.”

“…Bukankah kamu barusan sangat imut?”

“B-Berisik!”

Sei, yang merasa malu, mulai mempercepat langkahnya, dan Hisamura mengikutinya dengan senyum di wajahnya.

Setelah beberapa menit berjalan, wahana pertama yang dipilih Shiho dan Shigemoto adalah—

Roller coaster… Mereka langsung memilih yang fantastis, ya.”

“Yah, wahana seperti ini cukup populer, jadi wahananya cukup ramai di sore hari.”

“Begitu, ya.”

Antreannya belum terlalu panjang, jadi mereka mungkin bisa naik ke sana sekitar kurang lebih sepuluh menit…

Menjelang sore hari, tidak jarang harus menunggu satu jam atau lebih untuk menaiki wahana itu, jadi akan lebih baik untuk menaikinya secepat mungkin.

“Selain itu, Shiho anehnya menyukai hal-hal semacam itu. Bagaimana dengan Shigemoto?”

“Aku belum banyak mendengar tentang kesukaannya, tapi menurutku Yuuichi bukanlah tipe orang yang takut dengan hal-hal semacam ini.”

“Benar juga.”

Melihat keduanya mengantri, mereka berdua tampak menantikan menaiki wahana roller coaster, mengobrol dengan senyuman di wajah mereka.

Terlihat sangat menyenangkan.

“Oke, ayo kita mengantre juga.”

“Eh, kita mau naik? Bukankah kita akan kehilangan jejak mereka jika kita juga ikut naik?”

“…Ah, i-iya ya. Benar juga.”

Tentu saja, jika Sei dan Hisamura juga mengantri untuk naik wahana, itu akan terjadi setelah Shiho dan Shigemoto menyelesaikan giliran mereka.

Hal itu akan meningkatkan kemungkinan kehilangan jejak mereka berdua.

Sei, seperti halnya Shiho dan Shigemoto, menyukai wahana yang mendebarkan, jadi dia ingin menaikinya juga, tapi sepertinya dia harus menahan diri.

“…Yah, kurasa ayo kita juga mangantre.”

“Eh? Tapi jika kita naik, kita akan kehilangan jejak Shiho dan Shigemoto…”

“Jika kita kehilangan jejak mereka, kita bisa mengirim RINE pada Yuuichi dan bertanya mereka ada di mana, kan?”

“…Benar juga.”

Shigemoto tahu bahwa Sei dan Hisamura ada di taman hiburan ini, dan karena dialah yang meminta mereka untuk mengawasi, dia mungkin akan segera memberi tahu lokasi dia berada.

“Tapi bagaimana jika Tojoin menghalangi mereka berdua saat kita sedang naik wahana? Kalau begitu, semuanya akan sia-sia.”

“Ya, menurutku kamu benar. Tapi jangan khawatir, kita baru saja memasuki taman hiburan, jadi aku yakin dia belum akan datang untuk mengganggu mereka.”

“Apa yang membuatmu begitu yakin?”

“…Intuisiku, mungkin?”

“Itu sangat tidak meyakinkan sama sekali…”

“Lagipula, akan membosankan jika kita hanya mengawasi mereka meski sudah datang jauh-jauh ke taman hiburan. Itu akan terlalu melelahkan jika kita harus terus-menerus mengawasi mereka dengan waspada sejak awal, jadi kita harus sedikit rileks dan bersantai.”

“Benar, kurasa itu masuk akal…”

Mereka masih harus mengawasi kencan Shiho dan Shigemoto sampai sore hari, atau bahkan sampai malam.

Jika mereka terus merasa tegang sepanjang hari, mereka mungkin tidak akan dapat bertindak efektif saat dibutuhkan.

“Ayo, mari kita mengantre sekarang.”

“Ah…”

Sei masih ragu-ragu, tapi Hisamura meraih tangannya dan mengantre untuk menaiki roller coaster tersebut.

“Karena kita sudah datang jauh-jauh ke sini, kita harus menikmatinya juga,” ucap Kuramura sambil tersenyum, yang membuat bibir Sei pun juga ikut tersenyum.

Haaah… Aku akan mengandalkanmu jika Tojoin muncul mengganggu mereka.”

“Eh? Jika begitu, bukankah sudah terlambat?”

“Jika Tojoin mengganggu, dalam skenario terburuk, kita harus mendobrak masuk dan menarik Tojoin dengan paksa.”

“Apakah kamu benar-benar akan bertindak sejauh itu?”

“Ya, aku tidak akan membiarkan dia mengganggu Shiho”

“…Hahaha, seperti yang diharapkan dari Sei-chan.”

“Apa maksudmu?”

“Itu artinya kamu peduli pada temanmu, proaktif, dan keren.”

Uuu… begitu ya.”

Sei menjadi malu lagi dan memalingkan muka.

Setelah giliran Shiho dan Shigemoto naik roller coaster selesai, sekarang giliran Sei dan Hisamura.

Sebelum menaiki wahana, Sei merasa agak khawatir kalau-kalau Tojoin akan datang mengganggu. Namun, begitu sudah berada di roller coaster, mau tak mau dia pun menikmatinya.

Lagipula, dia sudah datang jauh-jauh ke taman hiburan, jadi dia pikir akan sia-sia jika tidak bersenang-senang juga.

Tapi…

“Hisamura, jika kamu lemah naik roller coaster, kamu seharusnya memberitahuku sebelum naik…”

“M-Maaf, aku sangat bersemangat hingga aku benar-benar lupa soal itu.”

Mungkin karena Hisamura memiliki kanalis semisirkularis yang sangat sensitif, dia merasa sedikit mual.

Setelah menaiki roller coaster, mereka kini beristirahat di bangku terdekat.

Hisamura bersandar di sandaran bangku, mencoba memulihkan diri.

“Maaf, aku akan segera pulih…”

“Bahkan kamu pun bisa jadi seperti ini, ya. Aku mengetahui sesuatu yang berguna hari ini.”

Setelah digoda begitu sering, akhirnya dia mengetahui salah satu kelemahan Hisamura.

Faktanya… Di satu sisi, keberadaan Sei sendiri merupakan kelemahan bagi Hisamura.

“Aku harap kamu senang karena kamu tahu soal ini sekarang… tapi aku lebih suka jika kamu tidak mengolok-olokku.”

“Ya, kamu benar. Jadi, bagaimana kalau kita ikut naik wahana cangkir kopi selanjutnya?”

“Kamu berencana membuatku mual lagi, ya…?”

“Fufu, hanya bercanda, kok.”

Mereka pun beristirahat di sana sampai Hisamura mengirim RINE ke Shigemoto untuk mengetahui di mana dia berada.

◇ ◇ ◇



Isekai Romcom Bahasa Indonesia [LN]

Isekai Romcom Bahasa Indonesia [LN]

Since I’ve Entered the World of Romantic Comedy Manga, I’ll Do My Best to Make the Heroine Who Doesn’t Stick With the Hero Happy, Rabu kome manga no sekai ni haitte shimattanode, shujinkō to kuttsukanai hiroin o zenryoku de shiawaseni suru
Score 9.9
Status: Ongoing Type: Author: Artist: Released: 2022 Native Language: Jepang
Suatu hari aku tertabrak truk dan mendapati diriku menjadi sahabat dari protagonis dalam manga komedi romantis. Oh, ini mimpi, kan? Di depanku ada heroine yang kalah yang paling kusukai, Sei Shimada--Aku puas bisa menyatakan "Aku mencintaimu" padanya, tapi  aku tidak bisa bangun dari mimpi ini.....!??

Comment

Options

not work with dark mode
Reset