[LN] Otaku Chishiki Zero No Ore Ga, Naze Ka Otokogiraina Gal to Ota Katsu Wo Tanoshimu Koto Ni Natta Ndaga Volume 2 Chapter 4 (1/3) Bahasa Indonesia

Menghabiskan Waktu di Rumah Istri Game Online Bersama Adikku (1/3)

Babak Empat: Menghabiskan Waktu di Rumah Istri Game Online Bersama Adikku

(1/3)


Setelah semua jadwal ujian akhir caturwulan selesai dan kelas berakhir, aku pun langsung pulang ke rumah.

Sekarang aku sedang meminjam tablet dari Kotomi dan menonton drama luar negeri yang direkomendasikan oleh Takase.

Ini adalah serial populer dengan enam musim, dengan total 72 episode yang sangat padat. Berbeda dengan kegiatan otaku, aku tidak dikejar waktu, tapi setelah selesai menontonnya, aku bisa berdiskusi mengenai kesan-kesannya dengan Takase, jadi aku ingin menonton setidaknya satu musim per hari.

“Haru-nii! Haru-nii!”

Suara ketukan berirama terdengar tak lama setelah episode ketiga dimulai. Sambil menghentikan video sementara, aku berkata “Masuklah”, dan Kotomi pun masuk dengan penuh semangat.

Wajahnya terlihat sangat ceria.

“Kegiatan otaku?”

Menanggapi pertanyaan rutin itu, Kotomi menggelengkan kepala dengan gembira.

“Aku diajak main oleh Momoi-san!”

“Oh, bagus dong. Apa kalian berdua saja?”

“Tidak. Takase-san, Kotobuki-san, dan Aoki-san juga ikut!”

“Takase dan yang lainnya juga, ya…”

Apa-apaan itu. Aku jadi iri.

Aku juga ingin diajak… Tapi, itu sepertinya tidak mungkin. Aku tidak menerima pesan dari Momoi, dan meskipun aku diundang ke pesta ulang tahunnya, itu hanya karena aku terlibat dalam pemberian hadiah. Jika bukan kegiatan otaku, mungkin lebih menyenangkan bagi mereka untuk bermain sesama perempuan.

“Aku tidak tahu kalian akan pergi ke mana, tapi bersenang-senanglah sepuasnya.”

“Aku ingin begitu, tapi untuk itu, aku butuh bantuan Haru-nii…”

“Bantuanku?”

Sambil mengangguk, Kotomi menundukkan kepala dan melanjutkan dengan suara manja.

“Tadi di game online dia bilang ‘Karena kami akan ke pantai, tolong jadilah penangkal buaya darat’… bolehkah?”

“Boleh!”

“Boleh?”

“Tidak ada alasan untuk menolak, kan!”

Aku bisa pergi ke pantai dengan Takase! Aku bisa melihatnya dalam pakaian renang! Aku sangat senang sampai ingin melompat-lompat!

“Oh iya juga, Haru-nii memang suka pantai ya.”

“Mau jadi penangkal buaya darat atau apalah, pantai tetap pantai! Aku sangat menantikannya! Omong-omong, apa kamu tidak apa-apa, Kotomi?”

Kotomi adalah orang yang sangat suka di dalam ruangan. Ditambah lagi, dia tidak tahan panas, tidak suka keramaian, tidak suka memperlihatkan kulit, tidak suka bau pantai, tidak suka pasir menempel di kakinya, dan tidak suka kulitnya lengket karena air laut.

Dulu kami sekeluarga sering pergi ke pantai, tapi setelah disengat ubur-ubur, Kotomi berhenti pergi ke pantai sejak kelas 4 SD.

“Tapi, kali ini teman-temanku akan bersamaku. Aku yakin aku akan bisa menikmatinya!”

Adikku yang dulu seperti itu, sekarang matanya berbinar-binar menantikan bermain di pantai. Tidak hanya bermain di pantai, akhir-akhir ini dia juga terlihat sangat menantikan untuk pergi ke sekolah.

Mungkin tidak tepat menggunakan pepatah “Tiga hari tidak bertemu, pandanglah dengan seksama”1, tapi dalam waktu satu bulan lebih sedikit, Kotomi sudah memiliki empat teman dan menjadi jauh lebih ceria.

Semua itu berkat Momoi yang mau menjadi temannya.

Jika dengan menjadi penangkal buaya darat bisa membuat Momoi bersenang-senang, aku rela ikut ke pantai bahkan jika Takase tidak ada.

“Ngomong-ngomong, kapan kalian akan pergi?”

“Tanggal 17 bulan ini.”

“Oh, kalian akan pergi sebelum liburan musim panas, ya. Hmm, tanggal 17 itu… hari Senin. Ah, tapi itu Hari Laut2 ya.”

“Iya. Itu hari libur. …Haru-nii, apa kamu ada rencana lain?”

Apakah rencana liburan ke pantai itu akan batal jika aku tidak ikut? Melihat mata Kotomi yang bergetar khawatir, aku tersenyum padanya.

“Jangan khawatir. Kalaupun ada rencana lain, aku akan membatalkannya. Selain itu, sejak awal aku tidak punya rencana apa-apa.”

“Hore! Makasih, Haru-nii! Kalau begitu, tolong telepon Momoi-san dan bilang kamu ikut, ya!”

Sepertinya kali ini dia belajar dari pengalaman sebelumnya dan memintaku yang menghubungi langsung. Aku segera menelepon Momoi, dan dia menjawab pada dering pertama, mungkin karena ponselnya ada di dekatnya.

“Halo, Haruto-kun? Bagaimana dengan pantai?”

“Aku ikut!”

“Syukurlah. Kalau ada kamu, pasti tidak akan ada yang menggoda kami.”

“Aku akan mengawasi agar tidak ada laki-laki yang mendekati kalian, jadi bersenang-senanglah dengan tenang!”

“Baiklah. Tentu saja kamu juga harus ikut bersenang-senang, ya.”

“Aku juga boleh ikut bermain?”

Meskipun baru dua bulan, kami sudah cukup akrab. Aku tahu dia tidak keberatan bermain denganku, tapi kalau di pantai, kami akan memakai pakaian renang. Kupikir dia mungkin tidak akan nyaman jika aku berada di dekatnya, jadi aku membayangkan akan menunggu di bawah payung pantai dan berlari mendekati Momoi dan yang lain jika ada laki-laki yang mendekat.

“Tentu saja, kita kan pergi bersama-sama. Lagipula, kalau kita tidak bermain bersama, orang-orang yang mau menggoda kami bisa salah mengira kalau kita tidak satu kelompok.”

Memang aku bisa saja berlari dan memanggil mereka, tapi Momoi sangat populer. Anak laki-laki di sekolah tahu kalau dia benci laki-laki jadi mereka bahkan tidak berani menyapanya, tapi laki-laki di pantai berbeda. Jika banyak yang mendekatinya, aku bisa-bisa harus bolak-balik antara Momoi dan payung pantai seperti lari shuttle.

Yang terpenting, aku senang bisa bermain bersama Takase!

“Kalau begitu, aku akan menikmatinya. Bagaimana dengan tempat pertemuannya?”

“Kita bertemu di Stasiun Koigishi jam 9:30 ya. Oh, dan tempat yang akan kita datangi adalah Pantai Aigahama.”

“Kenapa jauh-jauh? Bukankah kita bisa ke Pantai Yumishiro di sekitar sini saja?”

“Tahun lalu kami memang ke Yumishiro, tapi tahun ini kan ada kamu dan Kotomi-san.”

“Karena ada aku dan Kotomi…?”

“Kamu tidak tahu? Aigahama itu kan tempat suci yang menjadi latar ‘Miki-chan Ingin Berenang.’”

A-Apa itu!? Anime? Manga? Game? Selain itu, apa kami akan melakukan kegiatan otaku di pantai juga? Apa aku bisa menyelesaikan semua serinya sebelum tanggal 17!?

“Kenapa kamu diam saja?”

“Ah, tidak, itu, aku sedang menahan bersin! Tentu saja aku tahu! Aku pikir karena ada Takase dan yang lain, kita tidak akan pergi ke tempat suci itu, tapi ternyata kita tetap pergi, ya!”

“Ya, begitulah! Karena mereka menerima hobi otaku kita, kita bisa pergi ke Aigahama bersama-sama! Aku benar-benar tidak sabar! Kamu tahu kan rumah asli Miki-chan?”

“Ah, iya, rumah asli Miki-chan!”

“Eh? Miki-chan!?”

Kotomi langsung tertarik.

Benar juga, di sini ada Kotomi! Aku bisa mengalihkan pembicaraan ke mode speaker dan membiarkan dia yang mengobrol!

“Oh, Kotomi-san ada di sana?”

“Iya, dia kebetulan ada di kamarku.”

“Kalau begitu, bisa tolong aktifkan speaker?”

“Oke,” kataku sambil mengaktifkan speaker.

“Kotomi-san, apa kamu bisa dengar?”

“Bisa! Hei, tadi kalian membicarakan Miki-chan, apa itu berarti kalian akan ke Aigahama!?”

“Iya! Itu ziarah ke tempat suci, ke tempat suci! Kotomi-san juga ikut, kan?”

“Tentu saja aku ikut! Sejak nonton animenya, aku selalu ingin pergi ke sana!”

“Aku juga! Aku ingin mengunjungi semua tempat yang dikunjungi Miki-chan, tapi yang paling utama tentu saja rumah asli Miki-chan!”

“Aku mau ke sana, ke sana! Itu warung pantai ‘Ariel,’ kan! Yang pemiliknya dijadikan sebagai model ayah Miki-chan!”

“Iya, benar! Katanya pemiliknya sangat mendukung anime itu, dan di tokonya dipajang tanda tangan para pengisi suara, ilustrasi dari sutradara animasi, dan berbagai merchandise lainnya!”

“Aku sudah lihat fotonya di internet! Ada juga panel Miki-chan ukuran asli, kan! Aku sangat ingin foto di sana!”

“Iya! Ayo kita minta Aoi-chan yang memotret!”

“Oke! Aoki-san memang jago memotret, ya!”

Wah, mereka benar-benar bersemangat. Kalau di telepon saja sudah seperti ini, pasti akan lebih seru lagi saat mereka sampai di tempat suci itu.

Karena ada sutradara animasi, sepertinya “Miki-chan Ingin Berenang” adalah anime. Aku harus menontonnya agar bisa menghabiskan waktu dengan antusiasme yang sama dengan mereka berdua pada hari itu.

Aku tidak tahu ada berapa season anime itu, tapi aku adalah pria yang pernah menghabiskan anime dua season dalam waktu semalam. Lima hari pasti cukup. Sebagai gantinya, drama luar negeri harus ditunda dulu, tapi aku tidak keberatan jika bisa pergi ke pantai dengan Takase.

Setelah kami berbincang-bincang tentang anime untuk sementara, Momoi pun tiba-tiba bertanya.

“Apa kalian berdua punya pakaian renang?”

“Aku punya, tapi Kotomi cuma punya pakaian renang sekolah, kan?”

“Apa pakaian renang sekolah tidak boleh?”

“Bukannya tidak boleh, tapi kamu sudah kelas 2 SMA, jadi bukankah akan lebih baik kalau kamu memakai bikini?”

“Tapi, di episode pantai biasanya ada karakter yang pakai pakaian renang sekolah, kan?”

Kotomi terlihat bingung. Karena dia hanya melihat pantai dari anime, dia jadi punya bayangan yang aneh.

“Oh, apakah karena aku bukan karakter loli makanya aku tidak boleh memakai pakaian renang sekolah?”

“Bukan begitu. Maksudku, siswi SMA yang ke pantai pakai pakaian renang sekolah itu jarang, jadi kamu akan jadi mencolok.”

 Aku bukannya mengkritik pakaian renang sekolah.

Hanya saja, kali ini Momoi ikut bersama kita. Jika Momoi, yang sudah menarik perhatian, memakai bikini, dia pasti akan jadi pusat perhatian.

Takase dan yang lainnya juga pasti akan pakai bikini, dan jika ada laki-laki asing yang tertawa dan berkata “Cuma dia sendiri yang pakai pakaian renang sekolah,” Kotomi mungkin akan terlalu khawatir dengan pandangan orang sekitar dan tidak bisa menikmati liburan pantainya.

“Aku tidak mau jadi mencolok…”

“Kalau begitu, ayo beli yang baru.”

“T-Tapi, aku rasa bikini tidak cocok untukku…”

“Tidak ada siswi SMA yang tidak cocok pakai bikini. Bagaimana kalau aku pilihkan pakaian renang yang cocok untuk Kotomi-san sekarang?”

“Boleh?”

“Tentu saja. Kita bisa sekalian mampir ke toko baju dan memilihkan baju musim panas untuk Haruto-kun.”

“Oh, itu sangat membantu. Kotomi, bagaimana kalau kamu juga minta dipilihkan baju?”

“Aku juga mau!”

“Baiklah. Apa kalian berdua bisa berangkat sekarang?”

“Aku bisa pergi kapan saja!”

“Aku juga.”

“Kalau begitu, bagaimana kalau kita ketemuan di depan Stasiun Kinjiyou 30 menit lagi?”

“Oke. 30 menit lagi, ya.”

Setelah mengakhiri panggilan dan selesai bersiap-siap, kami pun meninggalkan rumah.




  1. Pepatah yang berasal dari karya Romance of the Three Kingdoms dan diucapkan oleh jenderal Wu, Lu Meng. Artinya, jika kita tidak bertemu seseorang selama tiga hari, kita harus melihatnya dengan cara baru atau memperhatikan perubahan yang mungkin terjadi padanya. Ini menggambarkan pentingnya pertumbuhan dan perubahan individu dalam waktu singkat. ↩︎
  2. Hari Laut adalah hari libur nasional di Jepang yang dirayakan pada Hari Senin ketiga di Bulan Juli. ↩︎


Otaku Chishiki Zero No Ore Ga, Naze Ka Otokogiraina Gal to Ota Katsu Wo Tanoshimu Koto Ni Natta Ndaga Bahasa Indonesia [LN]

Otaku Chishiki Zero No Ore Ga, Naze Ka Otokogiraina Gal to Ota Katsu Wo Tanoshimu Koto Ni Natta Ndaga Bahasa Indonesia [LN]

Aku, yang Tidak Memiliki Pengetahuan Apa Pun Soal Otaku, Entah Bagaimana Akhirnya Menikmati Kegiatan Otaku bersama Cabe-cabean Pembenci Pria
Score 9.1
Status: Ongoing Type: Author: Artist: Released: 2023 Native Language: Jepang
Tiba-tiba aku naksir teman sekelasku, Narumi Takase. Skenario idealku adalah membuat dia berteman dengan adik perempuan kembarku yang pemalu dan tertutup, Kotomi, yang juga seorang penyendiri di kelas yang sama denganku, agar bersama-sama, kami kakak beradik, dapat menjalani masa muda yang indah dan cerah. Namun, yang menjadi masalah adalah keberadaan sahabat Takase, Maho Momoi. Dia adalah gadis setengah Jepang yang cantik, berambut pirang, seleb cabe-cabean, dan terkenal akan ketidaksukaannya terhadap pria. Dia juga bersikap dingin terhadapku. Tapi setidaknya, aku berharap dia bisa berteman dengan adikku... Dan suatu hari adikku meminta bantuanku. Tampaknya dia akan bertemu dengan istri game onlinenya di pertemuan luring, dan dia ingin aku menjadi penggantinya karena dia merasa gugup. Demi adikku, aku pun menerima permintaan itu. Tapi, begitu aku tiba di tempat pertemuan, yang menungguku adalah Maho Momoi—!?!

Comment

Options

not work with dark mode
Reset